Kejahatan dan Kebiadaban Kemanusian Modern di Mesir dan Siria

Hari-hari pasca Ramadhan ummat Islam dikejutkan dengan peristiwa yang mengharubirukan hati nurani yang terjadi di negeri kinanah; Mesir dan negeri Syam; Siria. Peristiwa pertama adalah pembantaian yang dilakukan Militer, Polisi dan Preman Pemerintahan As-Sisi di Rabi’ah Adawiah dan Lapangan An-Nahdhoh pada hari Rabu, tanggal 14 Agustus 2013 bertepatan dengan tagl 7 bulan Syawwal 1434.+- 6000 ribu nyawa manusia melayang, dan belasan ribu yang terluka. pembantaian dilakukan dengan penembakan gas beracun, gas biasa dan peluru baik yang dilakukan kepolisian serta preman maupun yang dilakukan sniper. hanya sekitar 9 jam ribuan muslim menjadi syuhada. jumlah yang bombastis bila dibandingkan dengan jumlah korban perang 6 hari antara Israel dan Mesir pada tahun 1967. bahkan dalam satu tahun Yahudi hanya 2500 tentara muslim yang menjadi korban. ini peristiwa kejahatan kemanusiaan yang terbesar pada abad 21. dalam peristiwa ini, bukan hanya Militer, Polisi dan Preman Mesir yang melakukan kejahatan kemanusiaan yang sangat tidak beradab, akan tetapi ada beberapa negara yang ikut andil dalam kejahatan dan kebiadaban kemanusian. Yaitu negara-negara penyandang dana untuk aksi pembantaian; Arab Saudi, Emirat arab, Kuwait dan Bahrain. mereka lupa akan dosa orang-orang yang mempersenjatai dan membiayai kejahatan. sama halnya beberapa Ulama yang sudah terkontaminasi pemikirannya dan keyakinannya seperti Mufti Al-Azhar; Muhammad Thoyyib dan Syekh Ali Jum’at (bila benar informasi pernyataannya kaitan dibolehkannya menumpahkan darah muslim dari Ikhwanul Muslim)

satu lagi peristiwa kejahatan kemanusian yang terjadi di Siria. lebih dari 1300 yang menjadi syuhada akibat senjata kimia pemerintahan Basyar Asad (Syi’ah Radikal). kebanyakan korban dari anak-anak, wanita dan orang tua.

As-sisi menurut pengamat memiliki darah yahudi dan jebolan akademi militer AS dan Basyar putra dari Asad Hafidz dari kelompok syi’ah radikal dan yang terkenal pembatai rakyat, sama-sama potret pemimpin jabbariah (diktator) yang menjadi strategi musuh-musuh Allah untuk membumi hanguskan kekuatan Islam dan untuk menjauhkan tokoh-tokoh muslim dari peanggung kekuasaan. (bisa dilihat di buku; Jalal Al-’Aalim, Qoopdatul Ghorb yaquuluun: dammiruu al-Islam wa abiiduu ahlahuu). mereka takut muncul di tengah-tengah ummat ini; Muhammad (mujaddid) Baru dan sholahuddin Baru…..   wallahu a’lam ….

SUCI DARI PENYAKIT HATI

SUCI DARI PENYAKIT –PENYAKIT HATI

MUKADIMAH

Salah satu tugas Para Rasul selain ta’lim dan tadzkir adalah melakukan tazkiyatun nafs (pembersihan jiwa) terhadap ummatnya. Ummat, selain memahami ayat dan hikmah yang diajarkan Para Rasul, mereka harus senantiasa bisa menjaga jiwa dan hati agar tetap suci dan bersih tanpa noda dosa dan kemaksiatan. Perhatikan do’a Nabiullah Ibrahim as untuk generasi selanjutnya:

رَبَّنَا وَابْعَثْ فِيهِمْ رَسُولًا مِنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آَيَاتِكَ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَيُزَكِّيهِمْ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ (129)

129. Ya Tuhan Kami, utuslah untuk mereka sesorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al kitab (Al Quran) dan Al-Hikmah (As-Sunnah) serta mensucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana. QS 2:129

Kemudian Allah SWT menegaskan dalam sebuah ayat sebagai jawaban do’a Nabiullah Ibrahim sebagai berikut:

كَمَا أَرْسَلْنَا فِيكُمْ رَسُولًا مِنْكُمْ يَتْلُو عَلَيْكُمْ آَيَاتِنَا وَيُزَكِّيكُمْ وَيُعَلِّمُكُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَيُعَلِّمُكُمْ مَا لَمْ تَكُونُوا تَعْلَمُونَ (151)

151. sebagaimana (kami telah menyempurnakan nikmat Kami kepadamu) Kami telah mengutus kepadamu Rasul diantara kamu yang membacakan ayat-ayat Kami kepada kamu dan mensucikan kamu dan mengajarkan kepadamu Al kitab dan Al-Hikmah, serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui. QS 2:151

 

Proses tazkiyatun nafs dalam diri setiap muslim akan melahirkan hati atau jiwa yang “saliim” (selamat) dari segala penyakit hati. inilah yang disebut dengan “Qolbun Saliim” (hati/jiwa yang selamat) atau “Qolbun Muniib” (hati/jiwa yang bertaubat). Allah SWT berfirman:

يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ (88) إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ (89) الشعراء

 

88. (yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, 89. kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih,

Read more »

IMAN TERHADAP QODLO DAN QODAR

I.    MUKADIMAH

Apa pun yang terjadi di dunia dan yang menimpa diri manusia pasti telah digariskan oleh Allah Yang Mahakuasa dan Yang Mahabijaksana. Semua telah tercatat secara rapi dalam sebuah Kitab pada zaman azali. Kematian, kelahiran, rizki, nasib, jodoh, bahagia, dan celaka telah ditetapkan sesuai ketentuan-ketentuan ilahiah yang tidak pernah diketahui oleh manusia. Dengan tidak adanya pengetahuan manusia tentang ketetapan dan ketentuan Allah ini, maka ia memiliki peluang atau kesempatan untuk berlomba-lomba menjadi hamba yang saleh-muslih, berusaha keras untuk mencapai yang dicita-citakan tanpa berpangku tangan menunggu takdir, dan berupaya memperbaiki citra diri. Dengan bekal keyakinan terhadap takdir yang telah ditentukan oleh Allah SWT, seorang mukmin tidak pernah mengenal kata frustrasi dalam kehidupannya, dan tidak berbangga diri dengan apa-apa yang telah diberikan Allah SWT. Ia akan berubah menjadi batu karang yang tegar menghadapi segala gelombang kehidupan dan senantiasa sabar dalam menyongsong badai ujian yang silih berganti. Ia juga selalu bersyukur apabila kenikmatan demi kenikmatan berada dalam genggamannya. Read more »

PKS: Partai Islam Masa Depan

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang lahir dengan nama Partai Keadilan memiliki cita-cita besar untuk berperan dalam membangun peradaban manusia Indonesia. Dengan jargon atau syi’ar “Bersih, Peduli dan Profesional”, Partai ini berharap kader-kadernya yang berada di panggung eksekutif, legislatif dan yudikatif agar mampu mempertahankan makna slogan atau syi’ar ini dalam diri mereka sendiri dan di tengah-tengah kerja-kerja politik dalam rangka menata kehidupan berbangsa dan bernegara. meskipun batu sandungan bertebaran di jalan panjang kerja-kerja dakwah dan ada diantara kader-kader Partai ini ada yang jatuh dalam perangkap jaring laba-laba strategis orang lain. Read more »

ISTIQOMAH DALAM BERIBADAH

 

Setiap muslim yang telah berikrar bahwa Allah Rabbnya, Islam agamanya dan Muhammad rasulnya, ia harus senantiasa memahami arti ikrar ini dan mampu merealisasikan nilai-nilainya dalam realitas kehidupannya. Setiap dimensi kehidupannya harus terwarnai dengan nilai-nilai tersebut baik dalam kondisi aman maupun terancam. Namun dalam realitas kehidupan dan fenomena ummat, kita menyadari bahwa tidak setiap orang yang memiliki pemahaman yang baik tentang Islam mampu meimplementasikan dalam seluruh kisi-kisi kehidupannya. Dan orang yang mamupu mengimplementasikannya belum tentu bisa bertahan sesuai yang diharapkan Islam, yaitu komitment dan istiqomah dalam memegang ajarannya dalam sepanjang perjalanan hidupnya. Read more »

تأليف القلوب قبل تكوين الصفوف

Dalam kehidupan yang fana agar kita bisa mencapai target-target “Al Intima’ Al Islami” (Afiliasi Keislaman) dan “Alintima’ Al Haraki” (Afiliasi Harakah) perlunya kita mengawali dengan kekuatan ikatan hati sebelum kekokohan dalam barisan

         يقول الإمام: « وللقيادة في دعوة الإخوان حق الوالد بالرابطة القلبية، والأستاذ بالإفادة العلمية، والشيخ بالتربية الروحية، والقائد بحكم السياسة العامة للدعوة». رسالة : التعاليم، ص 399  .

         يقول الإمام: « فخذ نفسك بشدة بهذه التعاليم، وإلا ففى صفوف القاعدين متسع للكسالى والعابثين ».